Rabu, 23 April 2014

NUTRISI IBU HAMIL



Kebutuhan akan gizi serta nutrisi pada seorang ibu hamil tentunya akan berbeda dengan kebutuhan pada umumnya seorang ibu. Karena nutrisi gizi lebih banyak dibutuhkan ibu hamil untuk kesehatannya sendiri dan juga kesehatan calon bayinya yang masih dalam kandungan. Kesehatan adalah bagian yang terpenting bagi seorang ibu hamil yang sedang dalam masa kehamilan. Karena perubahan ibu hamil yang banyak terjadi kebutuhan gizi hamil harus tercukupi dengan baik.

Kehamilan yang sehat adalah merupakan suatu keadaan yang selalu diharapkan pada setiap ibu yang sedang dalam proses mengandung dan kehamilan. Karena dengan adanya kehamilan yang sehat, maka hal ini akan membuat ibu hamil dan sang calon janin yang ada dalam kandungan pun akan sehat dalam setiap pertumbuhan dan perkembangan selama dalam kurun waktu 9 bulan mengandung. Sehingga seorang ibu hamil juga memerlukan akan tips sehat ibu hamil.
Kebutuhan gizi ibu hamil, nutrisi ibu hamil

Berkaitan dengan bertambahnya usia kehamilan seorang ibu hamil, maka kebutuhan gizi ibu hamil juga mengalami peningkatan. Bersamaan dengan meningkatnya berat badan janin yang ada dalam kandungannya pula. Berbicara mengenai nutrisi ibu hamil ini juga tak terlepas dari bagaimana kita bisa mengatur pola makan yang sehat pula dalam kehidupan sehari-hari kita sendiri. Hanya saja ada beberapa nutrisi gizi ibu hamil yang haris mendapatkan perhatian ekstra dari kita semuanya.

Pemenuhan kebutuhan akan
gizi ibu hamil ini harus dipenuhi dengan baik karena sang calon bayi pun banyak membutuhkan akan asupan nutrisi dan gizi untuk pertumbuhannya dalam kandungannya. Dan tentunya pengaruh ibu hamil ini kepada janin dan bayinya kelak akan sangat bermanfaat bila dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi serta gizi dan juga dukungan yang baik dari suaminya bisa terpenuhi dengan baik dan optimal pula.

Beberapa
nutrisi gizi yang dibutuhkan seorang ibu hamil adalah sebagai berikut :
  1. Asam Folat. Kebutuhan akan asam folat pada kehamilan sangat penting dalam hal pembentukan sel syaraf dan juga sel-sel pada janin yang ada dalam kandungannya pula. Untuk itu kita harus bisa mencukupi akan hal ini. Sumber asam folat dapat kita temui pada sumber makanan seperti halnya beras merah, sayuran hijau dan buah-buahan.
  2. Kalori. Kebutuhan kalori ini pada ibu hamil akan juga semakin meningkat dalam trimester kehamilannya. Pada trimester kedua dan ketiga kehamilan akan banyak membutuhkan kalori lebih banyak dibandingkan pada awal-awal kehamilannya.
  3. Zat Besi. Kebutuhan akan zat besi harus bisa dicukupi dengan baik. Karena hal ini berkaitan erat dengan proses pembentukan darah. Karena bila seorang ibu hamil yang kekurangan akan zat besi ini akan bisa berdampak anemia yang tentunya anemia pada ibu hamil ini akan bisa berpengaruh banyak pada kesehatan ibu sendiri dan juga janin yang ada dalam kandungannya.
  4. Protein. Kebutuhan ibu hamil akan protein ini karena protein membantu dalam hal proses pembentukan sel-sel darah selain dari zat besi yang di atas tadi. Selain itu protein sendiri fungsinya dalam tubuh manusia adalah sebagai sumber kalori pula dan juga sebagai zat pembangun dalam berbagai hal dalam tubuh.
  5. Kalsium. Keluhan ibu hamil yang umum adalah rasa pegal-pegal dan kebutuhan akan kalsium ini harus terpenuhi dengan baik selain untuk hal tersebut adalah fungsi dan peranan penting lainnya kalsium ini adalah untuk pembentukan serta menjaga pertumbuhan tulang dan gigi, kontraksi otot dan sistem syaraf pada janin yang berada dalam kandungannya. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah berkisar 1000 mg/hari.
  6. Kebutuhan akan berbagai macam jenis vitamin. Vitamin-vitamin yang memegang peranan penting dalam sebuah proses kehamilan diantaranya adalah vitamin A, C dan vitamin D.
Kebutuhan nutrisi serta gizi ibu hamil ini bisa kita mengenali dengan peningkatan grafik berat badan ibu hamil. Kenaikan berat badan ibu hamil tersebut bervariasi dari bulan ke bulan sesuai dengan fase kehamilan. Pada umumnya kenaikan berat badan yang normal pada kehamilan adalah berkisar antara 10-12 kg. Bila kurang dari 10 kg perlu juga konsultasi dengan dokter demikian pula bila didapatkan kenaikan berat badan yang berlebihan sampai dengan 20 kg lebih selama masa kehamilannya.

Untuk itulah selain membutuhkan pemenuhan kebutuhan gizi nutrisi ibu hamil yang tercukupi, pemeriksaan kehamilan dalam tiap bulannya ke tempat pelayanan kesehatan baik itu kepada puskesmas, bidan praktek atau bahkan dokter spesialis Kandungan juga di butuhkan.

MACAM - MACAM OBAT



MACAM OBAT-OBATAN

Macam- macam bentuk obat serta tujuan penggunaannya antara lain adalah sebagai berikut:

A.     Pulvis (Serbuk), Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar.
B.     Pulveres, Merupakan serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.
C.     Tablet (Compressi), Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
Ø Tablet Kempa : paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan.
Ø Tablet Cetak : dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan.
Ø Tablet Trikurat : tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan.
Ø Tablet Hipodermik : dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
Ø Tablet Sublingual : dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
Ø Tablet Bukal : digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi.
Ø Tablet Efervescen : tablet larut dalam air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis “tidak untuk langsung ditelan”.
Ø Tablet Kunyah : cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak di rongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit, atau tidak enak.
D.     Pilulae (PIL), Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.
E.     Kapsulae (Kapsul), Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu :
1.     Menutupi bau dan rasa yang tidak enak
2.     Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
3.     Lebih enak dipandang
4.     Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
5.     Mudah ditelan.
F.     Solutiones (Larutan), Merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahannya, cara peracikan atau penggunaannya, tidak dimasukkan dalam golongan produk lainnya (Ansel). Dapat juga dikatakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).
G.     Suspensi, Merupakan sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. Macam suspensi antara lain: suspensi oral (juga termasuk susu/magma), suspensi topikal (penggunaan pada kulit), suspensi tetes telinga (telinga bagian luar), suspensi optalmik, suspensi sirup kering.
H.     Emulsi, Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase cairan dalam sistem dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.
I.      Galenik, Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.
J.      Extractum, Merupakan sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.
K.     Infusa, Merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 900 C selama 15 menit.
L.     Immunosera (Imunoserum), Merupakan sediaan yang mengandung Imunoglobin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular) dan mengikat kuman/virus/antigen.
M.    Unguenta (Salep), Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.
N.     Suppositoria, Merupakan sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan yaitu :
1.     Penggunaan lokal >> memudahkan defekasi serta mengobati gatal, iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
2.     Penggunaan sistemik >> aminofilin dan teofilin untuk asma, chlorprozamin untuk anti muntah, chloral hydrat untuk sedatif dan hipnotif, aspirin untuk analgenik antipiretik.
O.     Guttae (Obat Tetes), Merupakan sediaan cairan berupa larutan, emulsi, atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar, digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes beku yang disebutkan Farmacope Indonesia. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain: Guttae (obat dalam), Guttae Oris (tets mulut), Guttae Auriculares (tetes telinga), Guttae Nasales (tetes hidung), Guttae Ophtalmicae (tetes mata).
P.     Injectiones (Injeksi), Merupakan sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Tujuannya yaitu kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.

Senin, 14 April 2014

ANAMNESA



ANAMNESA


Anamnesis adalah pertanyaan terarah yang ditujukan kepada bumil, untuk mengetahui keadaan ibu dan faktor resiko yang dimilikinya. Tujuan anamnesa adalah :

1.   Memperoleh data atau informasi tentang permasalahan yang sedang dialami atau dirasakan oleh pasien. Anamnesa yang tepat dapat membantu penegakan assesment dan diagnosa.
2.   Membangun hubungan yang baik antara seorang petugas kesehatan dengan pasiennya. Anamnesa yang tepat dapat membuka hubungan dan kerjasama yang baik yang bermanfaat untuk pemeriksaan selanjutnya.

Anamnesa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1.   Autoanamnesa, adalah anamnesa yang dilakukan langsung kepada pasien. Pasien sendirilah yang menjawab semua pertanyaan dan menceritakan kondisinya.
2.   Allonamnesa, adalah anamnesa yang dilakukan dengan orang lain guna mendapatkan informasi yang tepat tentang kondisi pasien. Biasanya pada pasien yang tidak sadarkan diri, bayi, anak-anak. Pada anamnesa jenis ini petugas kesehatan/ bidan harus memastikan bahwa sumber informasi berasal dari orang yang tepat.
Jenis pertanyaan yang diberikan saat melakukan anmnesa pada ibu hamil merupakan pertanyaan yang dapat menggali lebih dalam informasi yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan guna mengetahui ada atau tidak faktor resiko yang dapat mengarah kekomplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas dan BBL. 

Adapun jenis pertanyaan yang diberikan meliputi:
a.   Identitas
Ditanyakan identitas ibu maupun suami : Nama, umur, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan, alamat lengkap.

b.   Alasan datang/Keluhan ibu
Alasan datang : Apakah ibu datang untuk pemeriksaan kehamilan rutin?
Keluhan ibu : apakah ada hal yang berkaitan dengan kehamilan, yang dirasakan oleh ibu? Apakah ada masalah-masalah yang dihadapi ibu yang perlu dikemukakan saat pemeriksaan.

c.   Riwayat menstruasi
Menarche, siklus teratur / tidak, lamanya, banyaknya darah, warna, bau, keluhan nyeri +/- menilai faal alat kandungan

d.   Riwayat Perkawinan
Kawin / tidak, berapa kali, usia pada saat menikah, berapa lama/lama perkawinan (anak mahalkah?)

e.   Riwayat KB
Pernah pakai kontrasepsi/tdk? Jenis kontrasepsi? Kapan dipakai? Di mana? Oleh siapa? Lama pemakaian? Adakah keluhan? Kapan dilepas? Di mana? Oleh siapa? Alasan berhenti/ ganti kontrasepsi?

f.    Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu
1)    Riwayat Kehamilan
Anak keberapa? Ada masalah tidak dengan kehamilan yang lalu?
2)    Riwayat persalinan
Spontan/buatan? Aterm/Premature? Kapan? Lahir dimana? Ditolong siapa? Ada masalah saat persalinan?
3)    Riwayat Nifas
Adakah masalah pada masa nifas? Infeksi? Perdarahan?
4)    Anak
Jenis kelamin? BB? Hidup/mati? Kalau meninggal kenapa? Sehat? Adakah kecacatan? Pemberian ASI? Bagaimana kondisinya sekarang?
Semua pertanyaan diatas untuk mengetahui prognosa kehamilan yang sekarang.

g.   Riwayat Kehamilan Sekarang
HPHT? Umur kehamilan? HPL? Sudah pernah periksa/belum? Jika sudah berapa kali? Dimana? Adakah keluhan? Baik TM I, II, III? Adakah penanganan khusus keluhan tersebut? Sudah terasa gerakan janin/blm? Imunisasi TT?

h.   Riwayat Penyakit
1)    Riwayat penyakit sekarang
Apakah ibu sekarang dalam kondisi sakit? Keluhan? Adakah penyakit sistemik lain yang mungkin mempengaruhi atau diperberat oleh kehamilan (penyakit jantung, paru, ginjal, hati, diabetes mellitus)? Apakah ibu dalam masa pengobatan?
2)    Riwayat penyakit yang lalu
Riwayat penyakit sistemik lain yang mungkin mempengaruhi atau diperberat oleh kehamilan (penyakit jantung, paru, ginjal, hati, diabetes mellitus), riwayat alergi makanan/obat tertentu dan sebagainya. Ada/tidaknya riwayat operasi umum/lainnya maupun operasi kandungan (miomektomi, sectio cesarea dan sebagainya).
3)    Riwayat penyakit keluarga
Riwayat penyakit sistemik, metabolik, cacat bawaan,? Penyakit keturunan +/- (DM, kelainan genetik), penyakit menular +/- (TBC)
4)    Riwayat Keturunan Kembar
Dalam keluarga adakah yang mempunyai keturunan kembar.

i.    Data kebiasaan sehari-hari
Dilakukan pengkajian dari pola kebiasaan sehari-hari ibu baik dari sebelum hamil dan selama hamil. Dikaji tentang bagaimana nutrisi ibu (frekuensi, jenis, porsi, keluhan, pantangan) ? Pola eliminasi (frekuensi, warna, bau, konsistensi, keluhan) ? Personal hygiene (mandi, gosok gigi, keramas, ganti pakaian ? Istirahat/tidur (tidur siang, tidur malam, keluhan) ? Kebutuhan sexual (seminggu berapa kali, keluhan)? Pola aktivitas (aktivitas yang dilakukan sehari-hari) dsb

j.    Kebiasaan yang mengganggu kesehatan
Apakah ibu mempunyai kebiasaan merokok, minum jamu atau minum minuman beralkohol, minum obat-obatan.

k.   Riwayat Psikososial, spiritual dan ekonomi
Bagaimana kondisi psikologis ibu menghadapi kehamilan? Dukungan keluarga? aktifitas/ kegiatan ibu diluar rumah? persiapan persalinan? Pengetahuan ibu tentang kehamilan? Memberi ASI, merawat bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, dan persiapan keuangan ibu dan keluarga.

l.    Pengetahuan Ibu tentang ANC
Apa saja yang ibu ketahui berkaitan dengan kehamilan, jika ibu sudah memasuki trimester III apa yang ibu ketahui mengenai persiapan persalinan.

m. Lingkungan yang berpengaruh
Bagaimana kondisi lingkungan sekitar ibu, apakah terdapat hewan peliharaan atau tidak ?